Safuri Musa
Akademisi dan praktisi bidang pendidikan masyarakat, pendidikan nonformal, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia

Upaya penuntasan tuna aksara di Indonesia memiliki sejarah panjang. Sejak awal kemerdekaan, pemerintah telah melakukan berbagai program pemberantasan buta huruf melalui pendidikan masyarakat. Kesadaran bahwa tuna aksara berkaitan erat dengan kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, dan ketidakberdayaan mendorong lahirnya berbagai kebijakan dan program keaksaraan dari masa ke masa. Buku Meretas Jejak Penuntasan Tuna Aksara di Indonesia mengajak pembaca menelusuri perjalanan panjang tersebut, mulai dari sejarah pemberantasan tuna aksara, perkembangan kebijakan pemerintah, hingga berbagai strategi yang dilakukan di sejumlah daerah. Program seperti Pemberantasan Buta Huruf (PBH), Kursus ABC, hingga Kejar Paket A, B dan C menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan keaksaraan dan pendidikan keaksaraan di Indonesia. Buku ini juga mengungkap berbagai persoalan yang menyebabkan upaya penuntasan tuna aksara belum sepenuhnya mencapai hasil yang optimal. Di antaranya adalah ketidakberlanjutan program, kurangnya sinergi antar unsur pelaksana, lemahnya pemeliharaan kemampuan keaksaraan setelah program selesai, keterbatasan sarana dan dana, faktor usia peserta didik, serta persoalan pendataan dan keberlanjutan pembelajaran. Lebih jauh, buku ini memandang keberaksaraan bukan sekadar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi sebagai suatu kontinum pembelajaran yang memungkinkan seseorang mengembangkan pengetahuan dan potensinya, mencapai tujuan hidup, serta berpartisipasi secara penuh dalam kehidupan masyarakat. Dengan mengangkat pengalaman dan perkembangan kebijakan penuntasan tuna aksara di berbagai wilayah Indonesia, buku ini memberikan gambaran sekaligus refleksi kritis mengenai tantangan pendidikan keaksaraan. Buku ini penting dibaca oleh akademisi, mahasiswa, praktisi pendidikan masyarakat, pengelola program pendidikan nonformal, pemerintah daerah, serta pemerhati pendidikan, sebagai bahan untuk memahami sejarah, mengevaluasi kebijakan, dan merancang strategi penuntasan tuna aksara yang lebih berkelanjutan dan bermakna.

Safuri Musa

Safuri Musa

Safuri Musa

Safuri Musa

Safuri Musa

Safuri Musa; Sri Nurhayati; Rahmi Zubaidah; Rita Uthatianty