Safuri Musa
Profil penulis sedang dipersiapkan oleh tim redaksi Pustaka Sanggar Juang Indonesia.

Hak untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkeadilan, merata dan berkualitas merupakan salah satu hak azasi manusia, tetapi masih banyak warga dunia belum memperoleh layanan pendidikan yang memadai. Lebih dari 800 juta orang dewasa dan 250 juta anak-anak di seluruh dunia tidak memiliki keterampilan literasi, dan di Indonesia terdapat lebih dari 2,9 juta orang masih menyandang tuna aksara yang mayoritas adalah kaum hawa (BPS, 2020). UNESCO sebagai badan dunia memiliki perhatian yang khusus dalam upaya mengatasi ketertinggalan pendidikan diberbagai negara di dunia, salah satunya adalah Timor Leste. Naskah ini ditulis sebagai refleksi perjalanan penulis ketika menjadi konsultan UNESCO dalam melakukan pendampingan pembelajaran kepada Community Learning Center yang terdiri dari para pegiat, pengelola, dan pendidik di Timor Leste, khususnya di distrik Liquica. Dengan di dukung oleh latar belakang akademik di bidang pendidikan luar sekolah, disertai dengan pengalaman birokrasi yang membidangi pendidikan nonformal serta keberadaan penulis yang pernah bertugas di Timor Leste sebelum negara tersebut merdeka telah mengantarkan penulis sebagai pendamping pembelajaran yang handal dengan menghadapi kondisi alam Timor Leste yang menantang, sosial- budaya yang tertinggal dan sumberdaya yang sangat terbatas. Naskah ini menyajikan bagaimana melakukan strategi pendampingan pembelajaran Community Learning Center yang diawali dari kegiatan orientasi lapangan, identifikasi masalah dan kebutuhan belajar, menganalisis hambatan, potensi dan peluang, menyusun program pendampingan, melakukan proses pendampingan, penilaian, dan pengembangan.

Safuri Musa

Safuri Musa

Safuri Musa

Safuri Musa

Safuri Musa

Safuri Musa; Sri Nurhayati; Rahmi Zubaidah; Rita Uthatianty